Kemarau Panjang, Muhammadiyah Solo Salurkan 105 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Boyolali

BOYOLALI — Musim kemarau yang berlangsung lebih panjang kembali membawa dampak kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Boyolali. Sejak Juni 2026, masyarakat di sejumlah wilayah terdampak mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kabupaten Boyolali menjadi salah satu wilayah yang terdampak kekeringan dengan status awas. Tiga kecamatan yang secara rutin mengalami dampak kekeringan cukup parah di antaranya Kecamatan Wonosamodro, Wonosegoro, dan Juwangi. Kondisi tersebut semakin menyulitkan masyarakat karena sumber air yang selama ini digunakan warga mengering akibat musim kemarau yang berkepanjangan.

Melihat kondisi tersebut, Muhammadiyah Surakarta menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Sebanyak 13 tangki atau sekitar 105.000 liter air bersih disalurkan ke 12 titik lokasi yang tersebar di Kecamatan Wonosamodro, Wonosegoro, dan Juwangi.

Kegiatan kemanusiaan ini merupakan hasil kolaborasi antara RS PKU Muhammadiyah Surakarta, Kantor Layanan Lazismu RS PKU Muhammadiyah Surakarta, Lazismu Daerah Kota Surakarta, Lazismu Daerah Boyolali, dan MDMC Boyolali.

Sinergi tersebut menjadi salah satu wujud nyata semangat One Muhammadiyah One Response (OMOR) dalam merespons kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana. Sebanyak kurang lebih 762 kepala keluarga (KK) menerima manfaat dari penyaluran bantuan air bersih tersebut.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surakarta, KH. Anwar Sholeh, M.Hum., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dan kepedulian yang diwujudkan melalui penyaluran bantuan air bersih tersebut.

“Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surakarta mengapresiasi upaya yang dilakukan ini. Mudah-mudahan untuk yang akan datang usaha yang sangat positif ini layak untuk dilanjutkan, sesuai dengan yang terkandung dalam Teologi Al-Ma’un. Semoga bisa membuat gembira masyarakat,” ujarnya.

Warga Andalkan Bantuan Air Bersih

Bagi masyarakat yang terdampak, air bersih merupakan kebutuhan utama yang harus dipenuhi setiap hari. Ketika sumber air dari sumur mulai mengering, warga terpaksa mengandalkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Salah satu warga Getas Krikil mengungkapkan bahwa air yang diterima biasanya ditampung menggunakan jeriken di rumah. Persediaan tersebut hanya mampu bertahan selama beberapa hari.

“Berharap bantuan dari masyarakat. Jeriken-jeriken ini kami tampung di rumah. Kurang lebih sekali ambil ini dua sampai tiga hari sudah habis. Kalau tidak musim kering, sumber air yang kami gunakan dari sumur,” ungkapnya.

Kondisi tersebut menggambarkan bagaimana panjangnya musim kemarau memberikan tekanan terhadap ketersediaan air bagi masyarakat. Ketika sumber air dari sumur mulai sulit diandalkan, distribusi air bersih menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.

Perwakilan Kepala Kecamatan Wonosamodro, Azinar Ismail, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada RS PKU Muhammadiyah Surakarta beserta seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran bantuan air bersih.

“Kami mewakili Kepala Kecamatan Wonosamodro mengucapkan terima kasih atas bantuan air bersih ke wilayah Wonosamodro. Semoga RS PKU Muhammadiyah Surakarta semakin jaya dan sukses selalu dalam melayani masyarakat, terutama di daerah Solo Raya,” ucap Azinar.

Wujud Nyata Kepedulian Muhammadiyah

Sebelum bantuan diberangkatkan menuju Boyolali, seremonial pelepasan dilakukan di halaman parkir RS PKU Muhammadiyah Surakarta. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surakarta, Direksi RS PKU Muhammadiyah Surakarta, Lazismu KL RS PKU Muhammadiyah Surakarta, Lazismu Daerah Kota Surakarta, Majelis PKU Kota Surakarta, serta tim RS PKU Muhammadiyah Surakarta yang akan menyalurkan bantuan.

Direktur RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dr. Arief Budiman, M.Si.Med., Sp.B, M.H, MARS., FINACS, mengatakan bahwa kepedulian terhadap masyarakat tidak cukup hanya diwujudkan melalui rasa simpati dan doa, tetapi juga perlu diwujudkan melalui aksi nyata.

“Sebagaimana warga Muhammadiyah untuk ikut peduli, tidak hanya simpatik, tidak hanya berdoa, tapi wujud nyata yang bisa dilakukan. Salah satu upaya kita memberikan bantuan meskipun tidak seberapa. Tiga belas tangki ini memberikan harapan bagi masyarakat yang terdampak di sana,” tuturnya.

Ia menambahkan, kondisi masyarakat di wilayah terdampak benar-benar membutuhkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, bantuan yang diberikan diharapkan dapat menjadi bagian dari ikhtiar untuk meringankan beban masyarakat selama musim kemarau berlangsung.

“Kondisi di sana benar-benar membutuhkan air untuk kehidupan sehari-hari. Bantuan ini menjadi harapan masyarakat di sana. Semoga yang bertugas bisa menjalankan tugas sebaik-baiknya, amanah ini sampai ke tujuan, dan harapannya akan bermanfaat di sana. Semoga upaya yang dilakukan dan diusahakan mendapatkan rida Allah SWT,” lanjutnya.

Penyaluran 105.000 liter air bersih tersebut menjadi wujud nyata kolaborasi berbagai unsur Muhammadiyah dalam membantu masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan akibat kekeringan.

Semangat One Muhammadiyah One Response juga menunjukkan bahwa ketika masyarakat membutuhkan, Muhammadiyah berupaya hadir melalui sinergi dan aksi kemanusiaan. Bagi warga yang terdampak kekeringan, bantuan tersebut bukan sekadar air yang mengisi jeriken. Di tengah kemarau yang panjang, setiap tangki air yang datang membawa harapan bahwa masih ada kepedulian dan tangan-tangan yang bersedia membantu mereka melewati musim kering.

🤲 Kesempatan Beramal Hari Ini

Jangan Biarkan Kebaikan Berhenti di Sini

Semoga ilmu dan inspirasi yang Anda dapatkan dari artikel ini menjadi amal jariyah. Lengkapi kebaikan hari ini dengan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan melalui program-program pilihan berikut.

💚 Donasi Sekarang

Program Kebaikan Pilihan

Pilih program yang paling dekat dengan hati Anda.