Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan dan Sumatra tidak hanya menimbulkan kerusakan lingkungan, tetapi juga berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah terdampak karhutla tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga 27 Agustus 2026, tercatat sebanyak 4.082 orang masih mengalami ISPA akibat dampak karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatra.
Karhutla saat ini berdampak pada tujuh provinsi, yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan. Paparan asap akibat karhutla menjadi ancaman serius, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta pekerja yang beraktivitas di luar ruangan. Tidak hanya menimbulkan gangguan pernapasan dalam jangka pendek, paparan polusi udara akibat asap kebakaran dalam jangka panjang juga dapat meningkatkan risiko penyakit serius, termasuk penyakit jantung dan stroke.
Muhammadiyah Bergerak Hadapi Dampak Karhutla
Melihat kondisi tersebut, Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Lazismu bergerak cepat menghadirkan aksi nyata bagi masyarakat yang terdampak karhutla.
Salah satu bentuk respons kemanusiaan yang dilakukan adalah dengan mendirikan Rumah Singgah Oksigen. Fasilitas ini menjadi ruang aman sekaligus pusat pelayanan bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap karhutla. Rumah singgah oksigen adalah fasilitas pelayanan darurat yang menyediakan pasokan oksigen gratis bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan polusi udara parah atau kabut asap.
Selain Rumah Singgah Oksigen, Muhammadiyah juga menyiagakan mobil oksigen keliling di sejumlah titik strategis. Layanan tersebut ditempatkan di lokasi-lokasi yang banyak dilalui masyarakat, seperti tempat keramaian, pertigaan, hingga kawasan yang menjadi titik pemadaman kebakaran.
Kehadiran layanan tersebut diharapkan dapat memberikan pertolongan awal dan akses oksigen bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah dalam memperkuat respons kemanusiaan di tengah kondisi darurat karhutla.
Dari Oksigen hingga Nutrisi, Kebaikan Terus Digerakkan
Respons Muhammadiyah terhadap dampak karhutla tidak berhenti pada layanan kesehatan dan oksigen. MDMC bersama Lazismu juga menyalurkan bantuan nutrisi bagi masyarakat terdampak, termasuk para tenaga pemadam kebakaran dan relawan yang terus bertugas di lapangan.
Dukungan nutrisi menjadi penting karena para pemadam dan relawan bekerja dalam kondisi yang penuh risiko, terpapar asap, serta membutuhkan asupan yang cukup untuk menjaga stamina selama menjalankan tugas kemanusiaan.
Langkah ini menjadi wujud semangat One Muhammadiyah One Response, yakni mengintegrasikan berbagai potensi Muhammadiyah agar dapat bergerak bersama dalam menghadapi situasi kebencanaan dan krisis kemanusiaan.
Hingga 30 Agustus 2026, layanan Rumah Singgah Oksigen dan respons kesehatan yang dilakukan Muhammadiyah telah mendampingi 53 penerima manfaat. Dari jumlah tersebut, terdapat 7 warga yang mendapatkan penanganan langsung karena mengalami gangguan pernapasan.
Rumah Singgah Oksigen di wilayah Kalimantan Tengah berlokasi di Kompleks Perguruan Muhammadiyah, Jalan RTA Milono KM 1,5, Palangka Raya, serta di wilayah Kotawaringin Timur. Sementara itu, di Kalimantan Barat, layanan Rumah Singgah Oksigen hadir di sejumlah fasilitas Muhammadiyah, yaitu SMA Muhammadiyah 1 Pontianak, Universitas Muhammadiyah Pontianak, ITEKES Muhammadiyah Kalimantan Barat, dan SD Muhammadiyah 2.
Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah untuk memastikan masyarakat terdampak asap karhutla mendapatkan akses pertolongan dan layanan yang dibutuhkan.
Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan. Asap yang dihasilkan dapat menjadi ancaman nyata bagi kesehatan dan keselamatan masyarakat. Karena itu, penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, organisasi kemanusiaan, relawan, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.
Melalui MDMC dan Lazismu, Muhammadiyah terus berupaya menghadirkan manfaat di tengah masyarakat. Rumah Singgah Oksigen, mobil oksigen keliling, bantuan nutrisi, serta pendampingan warga menjadi bagian dari aksi kemanusiaan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak karhutla.
Di tengah kepungan asap, kepedulian harus tetap menyala. Bersama, kita hadirkan ruang aman, kesehatan, dan harapan bagi saudara-saudara yang terdampak karhutla.
Jangan Biarkan Kebaikan Berhenti di Sini
Semoga ilmu dan inspirasi yang Anda dapatkan dari artikel ini menjadi amal jariyah. Lengkapi kebaikan hari ini dengan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan melalui program-program pilihan berikut.
💚 Donasi SekarangProgram Kebaikan Pilihan
Pilih program yang paling dekat dengan hati Anda.

