Muharram: Kemenangan Sejati Dimulai Dari Menaklukkan Diri Sendiri

Setiap pergantian tahun selalu diiringi dengan harapan baru. Banyak dari membuat daftar impian, menyusun target, dan menatap hari esok dengan optimis. Namun, dalam kalender Islam, tahun baru tidak dibuka dengan pesta atau gemerlap perayaan. Tahun baru Hijriah justru diawali oleh Muharram, bulan yang mengajarkan manusia untuk sejenak menepi dan kembali kepada diri sendiri.

Nama Muharram berasal dari kata haram, yang berarti sesuatu yang dimuliakan dan dijaga. Sejak masa Arab kuno, bulan ini telah dihormati sebagai waktu ketika peperangan dihentikan. Pedang-pedang disarungkan, dendam ditangguhkan, dan perjalanan dilakukan tanpa rasa takut. Islam kemudian mengukuhkan kemuliaan Muharram sebagai salah satu dari empat bulan suci yang disebut dalam Al-Qur’an.

Namun, peperangan yang berhenti di bulan Muharram tak hanya soal pertempuran di medan laga. Di zaman sekarang, perang hadir dalam bentuk yang lebih sunyi. Ada perang melawan ego yang tak pernah puas, amarah yang mudah meledak, iri yang diam-diam menggerogoti hati, hingga kesibukan dunia yang perlahan menjauhkan manusia dari Tuhannya.

Mungkin itulah mengapa Muharram datang sebagai pengingat. Sebab, tak semua kemenangan diraih dengan mengangkat senjata. Ada kemenangan yang justru lahir ketika seseorang berhasil berdamai dengan dirinya sendiri.

Rasulullah SAW bahkan menyebut Muharram sebagai “bulan Allah”. Sebuah kehormatan yang tidak diberikan kepada bulan lainnya. Dalam sebuah hadis, beliau menganjurkan umatnya untuk memperbanyak puasa di bulan ini, terutama pada hari Asyura, tanggal 10 Muharram. Hari tersebut menjadi saksi bagaimana Allah menyelamatkan Nabi Musa AS dan kaumnya dari kezaliman Fir’aun. Sebuah kisah yang mengajarkan bahwa pertolongan Allah selalu hadir bagi mereka yang bersabar dan tetap berharap.

Di tengah kehidupan modern yang penuh kebisingan, manusia sering kali terlalu sibuk mengejar banyak hal, tetapi lupa bertanya kepada dirinya sendiri: “Sudah sejauh mana aku berjalan, dan ke mana sebenarnya aku ingin pulang?”

Muharram seakan datang membawa pertanyaan itu.

Ia tidak meminta manusia menjadi sempurna dalam semalam. Ia hanya mengajak untuk memulai. Memulai meminta maaf kepada orang yang pernah disakiti. Memulai memperbaiki salat yang selama ini terburu-buru. Memulai berbagi kepada mereka yang kekurangan. Memulai kembali hubungan yang renggang dengan Al-Qur’an. Dan yang paling penting, memulai berdamai dengan masa lalu.

Lebih dari sekedar momentum pergantian tahun, Muharram juga menjadi pengingat bahwa kemenangan sejati tidak hanya diwujudkan dengan menakhlukkan diri sendiri, tapi juga dengan menghadirkan manfaat bagi sesama. Semangat berbagi dan kepedulian yang menjadi bagian dari Nilai-nilai Islam dngan menemukan sebuah β€˜Makna’ ketika kebahagiaan dapat dirasakan oleh mereka yang membutuhkan, perhatian kepada anak-anak yatim menjadi salah satu wujud nyata kepedulian yang diajarkan Islam. Berkat dari semangat tersebut, Lazismu Surakarta menghadirkan program sedekah muharram sebagai Ikhtiar kita semua untuk mennyalurkan amanah kebaikan kepada Anak-anak Yatim, agar mereka dapat menyambut bulan mulia ini dengan penuh kebahagiaan dan harapan.  

Sebab, tahun baru Hijriah bukanlah tentang seberapa meriah ia dirayakan. Ia adalah tentang keberanian untuk berubah. Tentang keyakinan bahwa manusia, seburuk apa pun masa lalunya, selalu diberi kesempatan untuk kembali.

Barangkali, itulah makna terdalam Muharram.

Ketika pedang-pedang telah lama disarungkan, mungkin perang terbesar yang tersisa adalah perang di dalam diri. Dan kemenangan yang paling berharga bukanlah menaklukkan orang lain, melainkan berhasil menaklukkan diri sendiri.

🀲 Kesempatan Beramal Hari Ini

Jangan Biarkan Kebaikan Berhenti di Sini

Semoga ilmu dan inspirasi yang Anda dapatkan dari artikel ini menjadi amal jariyah. Lengkapi kebaikan hari ini dengan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan melalui program-program pilihan berikut.

πŸ’š Donasi Sekarang

Program Kebaikan Pilihan

Pilih program yang paling dekat dengan hati Anda.