Sharing Session Food Waste & Food Loss: Lazismu Solo Berbagi Inspirasi Bersama Pemkot Bogor & Malang

Masalah sampah pangan (food waste) dan hilangnya pangan (food loss) kini menjadi tantangan global yang memerlukan langkah nyata serta kolaboratif.  Menyoroti tingginya potensi sampah makanan yang berasal dari berbagai kegiatan, mulai dari acara formal, kegiatan komunitas, hingga usaha kuliner, Makanan berlebih yang tidak dikelola dengan baik dinilai berpotensi menjadi limbah yang mencemari lingkungan sekaligus menambah beban pengelolaan sampah kota. Menanggapi isu krusial tersebut, Lazismu Kota Surakarta berkesempatan menjadi bagian penting dalam agenda Sharing Session strategis yang mempertemukan pemangku kebijakan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan Pemkot Malang yang diadakan di Pasar Jebres pada Kamis (07/05/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi strategis untuk bertukar gagasan sekaligus merumuskan aksi nyata dalam menyelamatkan makanan yang masih layak konsumsi. Alih-alih membiarkannya berakhir menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan memicu masalah lingkungan, forum ini fokus pada manajemen distribusi pangan agar lebih bermanfaat bagi sesama yang membutuhkan.

Gerakan tersebut juga melibatkan kolaborasi sejumlah komunitas sosial di Surakarta, di antaranya Info Cegatan Solo, Carefood, Gas Rescue, Jolijolan, Social Charity Solo, dan Warung Murah 2000. Sinergi lintas komunitas itu diharapkan mampu memperluas jangkauan pengelolaan makanan berlebih di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan ini, Lazismu Surakarta turut berbagi kisah dan pengalaman melalui gerakan Aliansi Berbagi Makanan dengan program unggulannya, Foodtruck Humanity. Program ini hadir sebagai solusi konkret untuk mengurangi limbah pangan sekaligus menebar kepedulian sosial secara luas kepada masyarakat yang membutuhkan.

Program inovatif ini hadir sebagai solusi untuk mengurangi limbah pangan di perkotaan, sekaligus menjadi jembatan kepedulian sosial. Melalui armada bergerak ini, surplus makanan layak konsumsi dapat dihimpun dan didistribusikan secara higienis, cepat, dan tepat sasaran kepada masyarakat prasejahtera.

Perwakilan Lazismu Kota Surakarta, Fafa, menekankan bahwa kunci utama dari keberhasilan penanggulangan isu pangan ini terletak pada sinergi yang kokoh di antara seluruh lini masyarakat.

“Meminimalisir adanya Food Waste dan Food Loss perlu adanya kolaborasi dari berbagai pihak dalam penanganannya, hingga masing-masing mengambil peran dan memberikan dampak yang nyata,” ujar Fafa dalam sesi diskusi tersebut.

Langkah bersama ini menjadi sinyal positif menuju perwujudan ketahanan pangan yang tidak hanya berkelanjutan dari sisi lingkungan, tetapi juga memiliki fondasi kemanusiaan yang kuat.

🤲 Kesempatan Beramal Hari Ini

Jangan Biarkan Kebaikan Berhenti di Sini

Semoga ilmu dan inspirasi yang Anda dapatkan dari artikel ini menjadi amal jariyah. Lengkapi kebaikan hari ini dengan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan melalui program-program pilihan berikut.

💚 Donasi Sekarang

Program Kebaikan Pilihan

Pilih program yang paling dekat dengan hati Anda.