Boyolali – Lazismu Surakarta bersama Lazismu Boyolali menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui program Pipanisasi untuk Negeri. Program penyediaan air bersih tersebut diresmikan di Dukuh Dangean, Dusun Gedangan, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali Pada Jumat (13/2/2026).
Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di wilayah yang selama ini mengalami kesulitan akses air bersih. Meskipun memiliki sumber air, kendala teknis dalam mengalirkan air ke pemukiman menjadi hambatan utama. Dalam pelaksanaannya, jaringan pipa sepanjang kurang lebih 1,5 km dilengkapi dengan meteran air dimasing-masing rumah untuk mengairi sedikitnya 70 Kepala Keluarga (KK) atau 350 jiwa. Proyek ini tidak hanya mengandalkan bantuan dana, tetapi juga melibatkan swadaya dan gotong royong masyarakat setempat.
Peresmian ini dihadiri oleh Badan Pengurus Lazismu Boyolali Suryani, Manager Lazismu Boyolali Muhammad Arifin Noor, Badan Pengurus Lazismu Surakarta Muladi Wibowo, Manager Lazismu Surakarta Wahid Hamdani, serta tokoh Masyarakat dan warga Dukuh Dangean RT 03 RW 01.
Perwakilan warga, Suryadi, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepedulian Lazismu dan Muhammadiyah. “Di sini sebenarnya ada sumber airnya, tetapi kami terkendala untuk mengalirkannya sampai ke rumah warga maupun fasilitas umum. Terima kasih banyak atas program Pipanisasi untuk Negeri ini. Semoga menjadi amal jariyah bagi seluruh donatur,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas semangat swadaya dan gotong royong warga dalam mendukung pembangunan pipanisasi hingga menjangkau RT 04 Dukuh Babadan. Warga berharap program ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.

Badan Pengurus Lazismu Surakarta, Muladi Wibowo, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk pendayagunaan dana infak dari para muzaki di Surakarta dan Boyolali. Muladi juga berpesan agar pengelolaan bantuan ini dilakukan secara baik dan terstruktur, dengan adanya penanggung jawab, pemeriksaan, serta perawatan rutin agar manfaatnya terus terjaga. “Kami berharap aliran air ini dimanfaatkan sepuas-puasnya dan selama-lamanya. Namun, saya berpesan agar bantuan ini dikelola dengan manajemen yang baik, ada penanggung jawabnya, serta dilakukan perawatan rutin agar manfaatnya terus berkelanjutan,” ujarnya
Kegiatan peresmian ini juga dirangkaikan dengan pengajian menyambut bulan suci Ramadan 1447 H yang diisi oleh Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Boyolali sekaligus Badan Pengurus Lazismu Boyolali Suryani. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan pentingnya mempersiapkan diri menyambut Ramadan sebagaimana perintah Allah dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 183, dengan bekal iman dan takwa.
Diharapkan, program pipanisasi ini dapat dimanfaatkan secara optimal selama Ramadan dan mampu mengatasi persoalan kekurangan air bersih, sehingga warga dapat beribadah dengan lebih tenang dan khusyuk.
Lazismu berharap sinergi ini tidak berhenti pada pembangunan fisik saja, melainkan terus berlanjut dalam bentuk pembinaan dakwah sosial melalui pengajian rutin setiap bulannya sebagai sarana mempererat silaturahmi dan memakmurkan masjid.

Kontributor : Alfianita Isnaini