Semarang — Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Jawa Tengah menggelar Sekolah Amil Kelas Fundraising sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan profesionalisme para amil zakat. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 26 hingga 28 Januari 2026, bertempat di Hotel Candi Indah, Kota Semarang.
Sekolah Amil Fundraising tersebut diikuti oleh 60 peserta yang berasal dari Lazismu daerah se-Jawa Tengah serta perwakilan Lazismu dari luar provinsi. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pimpinan, di antaranya Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Dr. Ahmad Hasan Asy’ari Ulama’i, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Ahmad Imam Mujadid Rais, M.IR, serta Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Tengah Dwi Swasana Ramadhan, S.E., M.SEI., Ak., CertDA.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, Dr. Ahmad Hasan Asy’ari Ulama’i, menegaskan bahwa Sekolah Amil Fundraising merupakan agenda strategis yang akan terus dijalankan secara berkelanjutan. Menurutnya, penguatan sumber daya manusia (SDM) amil menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas pengelolaan zakat.
“Kegiatan ini akan terus dilakukan dalam rangka kesinambungan agar dalam pengelolaan zakat ini lahir kader-kader amil yang kuat dan kompeten,” ujar Ahmad Hasan Asy’ari Ulama’i.
Ia menambahkan, melalui Sekolah Fundraising, para amil tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga memperoleh legalitas dan pengakuan profesional di tengah tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana zakat. “Hal ini menjadi jawaban atas tantangan di tengah perkembangan sosial dan teknologi yang sangat pesat di masyarakat,” tambahnya.
Sekolah Amil Fundraising Lazismu Jawa Tengah bertujuan untuk meningkatkan kapasitas amil, baik di sektor fundraising ritel maupun digital. Dalam kelas ini, peserta tidak hanya mempelajari metode penghimpunan dana secara konvensional, tetapi juga dibekali strategi fundraising digital melalui website sebagai mesin fundraising. Materi digital disampaikan langsung oleh Pusat Syiar Digital Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Tengah, Dwi Swasana Ramadhan, secara tidak langsung menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk melahirkan amil yang kompeten dan tersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikasi tersebut diharapkan mampu memperkuat standar profesionalisme amil zakat di lingkungan Lazismu.
Melalui Sekolah Amil Fundraising 2026, Lazismu Jawa Tengah menargetkan lahirnya amil yang militan, progresif, dan kompeten. Amil yang telah tersertifikasi diharapkan mampu mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara amanah, profesional, dan berorientasi pada kebermanfaatan umat.
Dalam kegiatan ini, Lazismu Surakarta turut mengirimkan satu orang perwakilan untuk mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Partisipasi tersebut menjadi bagian dari komitmen Lazismu Surakarta dalam memperkuat kualitas SDM amil di tingkat daerah. Dengan penguatan SDM yang berkelanjutan, Lazismu optimistis dapat meningkatkan kepercayaan publik. Pengelolaan zakat yang berkualitas dan profesional diyakini akan memberikan dampak yang lebih luas bagi kemaslahatan umat serta memperkuat peran Lazismu sebagai lembaga pengelola zakat yang terpercaya di Indonesia.